Tampilkan postingan dengan label Gunung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gunung. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 April 2016

MENJADI PENDAKI EGOIS....

Mendaki gunung kini sudah menjadi sebuah tren yang bisa di lakukan oleh siapa saja tanpa batasan. Dengan metode itu, pendakian gunung kini berubah menjadi kegiatan yang sembrono dan asal - asalan. Sayangnya semua itu terjadi dan banyak yang tidak memiliki kemampuan tehnis yang cukup.
Inilah Tanda - Tanda Anda Pendaki Berbahaya
Mendaki gunung masuk kategori olahraga berbahaya. Tapi para pendaki pemula dan berbahaya memasabodohkan bahaya.
Demi memasang foto - foto di sosial media, mereka pergi ke gunung. Tanpa persiapan, asal - asalan dan seringkali sembrono.
Dan inilah tanda - tanda Anda pendaki berbahaya. Berbahaya bagi diri sendiri juga bagi teman pendaki yang lain.
Sok Jagoan
Sikap sok jagoan ini nyaris selalu menjadi penyebab utama musibah pada pendaki pemula. Dengan alasan mencari tantangan, para pendaki pemula ini mencari jalur di luar jalur resmi. Parahnya, seringkali mereka melakukannya tanpa kemampuan navigasi yang baik.
Jangankan GPS dan peta topografi, sekadar kompas pun tak bawa. Lalu apa yang diandalkan? Maka petualangan mereka pun biasanya berakhir di dasar jurang, mati kedinginan di lembah atau ditandu Tim SAR ke rumah sakit.
Membuka jalur baru juga berarti merusak konservasi. Mengganggu kehidupan liar dan ekosistem. Para pendaki berpengalaman tak akan melakukannya selain untuk kepentingan penelitian dan ilmu pengetahuan.
Packing Yang Buruk
Packing atau mengepak barang dalam ransel adalah seni yang harus dikuasai pendaki gunung. Seluruh barang bawaan harus masuk ke dalam ransel. Karena medan sulit, tak boleh ada yang tergantung di luar ransel selain botol air minum.
Tangan harus bebas karena memegang Tracking Poll atau berpegangan meniti akar - akar pohon jika dibutuhkan.
Maka lihatlah para pendaki berbahaya. Dengan panci digantung ke ransel. Tangan menenteng sleeping bag atau jaket.
Ransel mereka tak dilapisi lagi dengan cover bag. Pakaian di dalam ransel tak dilapis plastik. Jika hujan, semua pakaian, jaket dan sleeping basah.
Padahal sangat penting menjaga pakaian ganti tetap kering. Tidur dengan keadaan basah bisa mengakibatkan hipotermia.
Inilah penyebab utama kematian seorang pendaki gunung. Suhu tubuh turun karena kedinginan. Jangan pernah anggap enteng mengepak barang. Ini yang sering dimasabodohkan pendaki.
Hipotermia Di Sangka Kesurupan
Pendaki pemula mendaki tanpa ilmu. Berbekal semangat dan tanpa perlengkapan memadai mereka nekat mendaki gunung. Karena tidak tahu ilmu P3K, maka sering terjadi salah kaprah.
Pada penderita hipotermia, korban akan menggigil dan kehilangan kesadaran. Lalu mulai bicara melantur. Karena nyerocos tak karuan dan sukar diajak komunikasi, teman - temannya menyangka si korban kesurupan. Mereka malah membacakan doa untuk mengusir setan.
Seharusnya, segera lakukan pertolongan. Ganti pakaiannya dengan pakaian kering. Masukkan dalam sleeping bag yang sudah dihangatkan.
Taruh juga beberapa botol air panas di dalam sleeping bag itu. Jaga kondisi lingkungan tetap hangat. Jika sudah membaik beri makanan hangat sedikit demi sedikit. Hindari memberi kopi atau minuman keras.
Aku Si Cepat
Ciri khas pendaki berbahaya, apalagi yang masih berusia muda adalah selalu bergerak dengan cepat. Mereka selalu tergesa - gesa, menjadikan naik gunung seolah lomba lari ke puncak. Malu menjadi yang paling belakang, karena sering dianggap sebagai yang terlemah.
Karena itu biasanya waktu tempuh ke puncak lebih singkat. Baru setelah perjalanan turun, aneka masalah datang. Kehabisan tenaga, cidera otot hingga kecelakaan dan kehilangan arah menjadi ancaman.
Idealnya, ada seorang sweeper yang berjalan paling belakang. Biasanya orang ini yang paling kuat dan bisa diandalkan. Tugasnya menyapu seluruh anggota tim. Memastikan tak ada yang keteteran atau tertinggal di belakang.
Namun dalam rombongan pendaki berbahaya, tak ada yang mau menerima tugas ini. Jadi sweeper dianggap hina. Menjadi paling pertama sampai puncak dan pertama turun ke kaki gunung jadi tujuan utama.
"Aku si cepat. Tanpa sadar kutinggalkan sahabatku yang kelelahan mati di gunung."

Kamis, 28 Januari 2016

Sibuatan 17 Agustus 2015

Mungkin aq sudah lelah dengan berkata2 kawan ku. Cukup dengan gambar saja aku merasa erat dengan kalian...






Jumat, 28 Agustus 2015

Pendaki...........

Tersiarnya kabar tentang pendaki yang tewas di kawah gunung Merapi dan evakuasi belasan mahasiswa Indonesia dari pegunungan di Jerman adalah sebuah pelajaran teramat penting. Mendaki gunung memang menyenangkan, tetapi alangkah menyenangkan lagi apabila Anda menjadi pendaki yang cerdas memiliki ilmu yang cukup bisa di andalkan.


www.belantaraindonesia.org

Banyak tayangan film ataupun acara alam bebas di televisi yang sukses menularkan tren mendaki gunung bagi kalangan anak muda. Tidak hanya mereka yang aktif di kegiatan pecinta alam, namun juga mereka yang tidak aktif di sana. Ditambah lagi kebiasaan anak muda yang ingin eksis mencari jati diri, maka puncak gunung dianggap sebagai salah satu cara pembuktian di dalam lingkungan sosial mereka.

Pendaki Erri Yunanto yang tewas di kawah Gunung Merapi  setelah berfoto di Puncak Garuda, sebuah spot yang berbahaya. Tidak lama, beredar sejumlah meme di social media yang mengkritik perilaku para pendaki yang berniat eksis di social media, namun mengabaikan keamanan dan keselamatan.

"Jadi eloh naek gunung tinggi - tinggi cuma buat selfie terus pamer di socmed?" begitulah tulisan meme yang beredar.

Kasus kedua adalah evakuasi belasan mahasiswa Indonesia dari pegunungan Watzmann, Alpen bagian Jerman oleh tim SAR Jerman. Mereka nekat mendaki gunung padahal sudah diperingatkan ancaman badai salju. Untung saja nyawa mereka terselamatkan.

Dari dua masalah di atas, dirasa perlu untuk memberi pengetahuan tentang mendaki gunung agar kita memiliki pemahaman yang tepat bahwa naik gunung adalah kegiatan yang serius dan bertanggung jawab. Memang butuh banyak pengetahuan dan persiapan untuk mendaki gunung.

Apa yang harus dipersiapkan, bagaimana cara packing yang benar, apa yang harus diwaspadai di gunung dan bagaimana cara mengurus perizinan. Naik gunung perlu meminta izin lho ke kantor Taman Nasional atau dinas kehutanan setempat.

Bagaimana dengan makanan, obat - obatan, memasang tenda, teknik mendaki yang benar sampai dengan solusi menghadapi kondisi alam yang di luar dugaan? Semua itu juga harus kita ketahui. Di sisi lain, naik gunung juga punya banyak manfaat mulai dari melatih kerja sama tim dan menghargai alam.

Etika juga adalah penting untuk diperhatikan. Banyak aturan tidak tertulis mengenai mendaki gunung. Sopan santun terhadap alam, bukan sesuatu yang mengada - ada. Setidaknya para pendaki punya aturan internasional.

"Take nothing but pictures, kill nothing but time, leave nothing but footprints," begitulah semboyan mereka. Artinya buang sampah, perusakan dan vandalisme sudah jelas tindakan tercela. Setelah itu, barulah kita memilih gunung apa yang ingin kita daki.

Silakan pilih dan rancang perjalanan kita ke gunung yang dituju. Buatlah perencanaan yang sempurna. Ingat - ingat ya, ketika melangkahkan kaki menuju alam rimba, pastikan kita memiliki pemahaman yang lurus tentang kegiatan naik gunung.

Kita tidak menaklukan puncak gunung, yang kita taklukan di sana adalah ego dan kesombongan kita sendiri. Perjalanan menuju puncak, adalah pencarian jati diri dengan kesabaran dan membangun ikatan kuat dengan teman - teman.

Di puncak gunung nanti, kita adalah bagian yang tidak terpisahkan dengan alam. Kita adalah Sunrise, kita adalah embun, kita hanyalah batu kerikil di hadapan pemandangan alam yang indah ciptaan Tuhan. Jadilah pendaki gunung yang bersikap dewasa dan bertanggung jawab. Itu tidak akan mengurangi keseruan petualangan kita.

Dengan sikap yang tepat, alam liar akan menyambut kita dengan tangan terbuka. Selamat mendaki gunung!

 http://www.belantaraindonesia.org/2015/05/menjadi-pendaki-yang-cerdas.html
 

Rabu, 26 Agustus 2015

SIPISO - PISO 16 05 2015

Bukit Sipiso-piso memang tidak begitu dikenal yang membuatnya jarang dikunjungi wisatawan. Akibatnya beberapa tempat berteduh yang tersedia di camping ground tidak begitu terawat. Meskipun begitu, bukan berarti bukit ini tidak memiliki daya tarik bagi wisatawan.

Berangkat dari medan tgl 16 05 2015 bertepatan dengan hari libur nasional Isra Mi'raj Team ToBA siang jam 11.00 perjalan sekitar 2 jam sampai di simpang tiga Merek berhenti untuk istirahat dan mencari bekal yang kurang.

Setelah cukup beristirahat kami langsung tancap gas ke daerah Tongging rencana mencari ikan untuk makan diatas bukit sipiso - piso. perjalanan ditemani dengan pemandangan yang indah disepanjang jalan untuk. ketika masuk dipos retribusi tim ToBA sejumlah 6 orang membayar biaya retribusi 30 rb. perjalanan dari POS Terbagi 2 ke kiri ke arah Tongging lurus arah ke Air Terjun Sipiso - piso. Kami yang memang bertujuan ke Tongging langsung ambil tikungan kekiri dimana jalan yang akan dilalui berkelok - kelok di perjalanan kita bisa menyaksikan pemandangan danau toba dan pulau samosir. kita juga dapat menyaksikan pemandangan air terjun sipiso - piso dari kejauhan. Ketika sampai di tongging ada banyak tempat makan bisa juga untuk sekedar beristirahat dari lamanya perjalanan. Karet ti ToBA memutuskan ketongging untuk mencari ikan maka kami putuskan untuk langsung pergi perkampungan penduduk. Dari keterangan penduduk lokal kami dapat mengetahui dimana kami harus membeli ikan. Dari tongging pun kita juga bisa menyaksikan Bukit Sipiso - piso

Setelah selesai di Tongging dengan segala urusan per- ikanan kami lanjutkan menuju bukit gundul. Perjalanan dari tongging ke bukit piso -piso adalah perjalanan balik ke Pos Retribusi dari Pos retibusi ke puncak sipiso - piso dapat ditempuh dengan sepeda motor, jalanan sudah diaspal tapi karena tidak terawat jalan jadi penuh semak, ilalang dan ranting. perjalanan sekitar 45 menit sampai kepuncak.

Ketika sampai dipuncak terdapat camping ground yang luas. dan juga datar cocok untuk mendirikan tenda. dari puncak sipiso-piso kita dapat melihat keindahan Gn. Sibuatan, Danau TOBA, Pulau Samosir dan puncak Pusuk Buhit. Untuk kondisi di puncak sipiso-piso banyak angin dan kencang sehingga ketika mendirikan tenda sebaiknya betul2 kuat.

Kebetulan waktu kami di Puncak sipiso - piso kami mendapatkan pemandangan berupa terbenamnya matahari tak lupa anggota tim pun segera ambil pose untuk berfoto-foto.

Tak terasa malam pun datang semua tim memutuskan untuk masuk tenda masing2 ternyata tak selang lama setelah didalam tenda hujan pun datang kebetulan Tim ada yang membawa terpal segeralah semua begegas memasang terpal untuk mengamankan tempat masak-memasak.

Ketika Pagi Tim disuguhkan lagi dengan pemandangan yang menakjubkan ketika matahari terbit.
Kenangannya tak terlupakan untuk berwisata ke Bukit sipiso - piso selamat menikmati. Pastikan jika anda naik keatas bukit dengan motor kondisi ban harus sangat prima kebetulan salah satu motor anggota tim kempes ban dan harus berjalan ke bawah dengan kondisi angin habis.
TIM ToBA "Kita Semua Keluarga"